Jakarta – Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Bakrie mengadakan kegiatan pelatihan budidaya dan usaha kecil tanaman lidah buaya yang bertempat di Pusat Pelatihan dan Kewirausahaan Bakrie untuk Negeri, Menteng Atas pada Kamis, 28 Januari 2016. Kegiatan ini diberikan kepada masyarakat Menteng Atas RW 05 yang bertujuan untuk bisa mendorong masyarakat bisa memanfaatkan tanaman lidah buaya menjadi salah satu sumber pemasukan.

Pengenalan Usaha Kecil dan Budidaya Tanaman Lidah buaya ini dilakukan dalam tiga sesi. Disesi pertama dikenalkan jenis-jenis tanaman lidah buaya yang biasa digunakan untuk produksi komersial, dari bentuk, manfaat, kandungan dan hasil olahan yang berbeda dari tiap jenis tanaman lidah buaya. Ibu Mirsa Diah Novianti (Dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Bakrie) menjelaskan dengan satu per satu mulai dari bibit sampai dengan lidah buaya itu bisa dipanen dengan menghasilkan manfaat yang optimal. Beliau mengatakan alasan kepada peserta yang hadir untuk memilih tanaman lidah buaya untuk dibudidayakan karena cukup dengan 3M (Mudah, Murah dan Manfaat). Mudah untuk dibudidayakan karena tidak memerlukan perawatan yang terlalu intensif, murah karena tidak harus menggunakan pupuk yang mahal dan justru tanaman lidah buaya sendiri juga bisa dijadikan pupuk, dan manfaatnya sangat banyak, diantaranya untuk kesehatan, kosmetik dan bisa dijadikan bahan makanan atau minuman.

Tanaman lidah buaya yang memiliki nama latin aloe vera ini dengan manfaat yang banyak bisa dijadikan peluang bagi masyarakat untuk dijadikan usaha. Pada sesi kedua menyinggung aspek pemasaran yang dijelaskan oleh Ibu Holila Hatta dan Ibu Dominica (Dosen Program Studi Manajemen Universitas Bakrie). Pada aspek pemasaran maka hal yang perlu diperhatikan adalah Segmentasi Pasar, Target dan Positioning. Selain itu juga 4P (Product, Price, Place, dan Promotion) menjadi hal yang penting ketika ingin membuka usaha.



Disesi terakhir yaitu membahas mengenai aspek keuangan yang dijelaskan oleh Ibu Monica (Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Bakrie), beliau menjelaskan menggunakan konsep TAKJUB, yaitu Takwa, Jujur dan Tertib. Dalam mengelola keuangan maka konsep TAKJUB ini perlu dilakukan dengan baik sehingga pemasukan dan pengeluaran keuangan usaha bisa berjalan dan tidak merugi.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pihak, diantaranya yaitu dari Bakrie Untuk Negeri, Bakrie Amanah, Perwakilan dari RW 05 Menteng Atas, Pengajar TK dan TPA di sekitar Menteng Atas dan staf serta dosen dari Universitas Bakrie. 

Acara pelatihan ini diinisiasi oleh Bapak Didit selaku Ketua LPKM Universitas Bakrie yang bekerja sama dengan Ketua RW 05 dan didukung oleh Bakrie untuk Negeri serta Bakrie Amanah.

( Penulis: Diana Thasya SN – Ilmu Komunikasi 2012)