Jakarta, 15 Juli 2025 – Dekanat Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) Universitas Bakrie berkolaborasi dengan LPP dan PPAIP menggelar kegiatan bertajuk “Unlocking Insights: FEIS Sharing Session” pada Selasa. Acara yang berlangsung di Auditorium lantai 42 ini dihadiri puluhan dosen dan peneliti Universitas Bakrie.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Bakrie, Tri Pujadi Susilo, S.E., M.M., Ak., CA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internal guna meningkatkan kualitas riset yang kompetitif di tingkat nasional.

“Acara seperti ini harus terus kita giatkan supaya para dosen bisa saling bertukar pengalaman, terutama dalam menghadapi persaingan hibah riset yang makin ketat. Ini bagian dari komitmen kampus untuk selalu adaptif dan unggul” ujar Pak Tri Pujadi.

Dekan FEIS, Prof. Dr. Dudi Rudianto, SE., MSi, dalam sambutannya juga menyampaikan harapan agar dosen FEIS lebih aktif memanfaatkan teknologi dalam penelitian dan pembelajaran.

“Kita tidak bisa lagi riset dengan cara lama. Teknologi seperti AI perlu kita manfaatkan secara maksimal supaya produktivitas akademik meningkat, hasil penelitian semakin berkualitas, dan kampus kita tetap relevan dengan perkembangan zaman” kata Prof. Dudi.

Dua topik utama yang dibahas adalah strategi praktis memenangkan hibah penelitian dari Dikti dan cara optimalisasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran serta riset.

Dr. Bambang Sukma Wijaya, dosen Prodi Magister Ilmu Komunikasi, berbagi pengalamannya dalam mendapatkan hibah Dikti secara konsisten. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada ketajaman proposal dan kemampuan peneliti menyusun riset yang relevan bagi masyarakat.

“Riset yang kuat nggak cuma bagus secara teori, tapi harus jelas manfaatnya. Reviewer Dikti selalu mencari relevansi isu terkini dalam proposal yang kita buat” jelas Pak Bambang.

Pada kesempatan yang sama, Guson P. Kuntarto, dosen Prodi S1 Teknik Informatika, membahas pentingnya pemanfaatan AI secara efektif di lingkungan kampus, khususnya dalam mendukung riset dan pembelajaran.

“Sekarang semua dituntut cepat, akurat, dan efektif. Di sinilah AI memainkan peran besar, mulai dari membantu mengolah data hingga memberikan rekomendasi analisis yang lebih presisi” terang Pak Guson.

Dr. Jurica Lucyanda, dosen Prodi S1 Akuntansi yang menjadi moderator acara ini, menyebut antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berlangsung hingga akhir sesi.