humasSenayan di pagi hari selasa disambut dengan hangatnya sinar matahari. Selamat pagi, Jakarta kembali bekerja kembali bertemu macet dan hiruk pikuk. Bagi pengendara kendaraan pribadi maupun umum sudah berapa liter bensin yang dihabiskan sia-sia karena kemacetan.

Pernah terbayangkam energi fosil yang selama ini kita gunakan, persediaannya makin menipis. Direktorat Jendral EBTKE Indonesia telah menemukan beberapa energi baru yang terbarukan, kesadaran masyarakat dalam penggunaan energi baru yang terbarukan harus ditingkatkan. Salah satunya adalah acara Indonesia EBTKE Conex 2012: Renewable Energy and Energy Conservation Conferemce and Exhibition. Acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 17-19 July 2012 tidak hanya melibatkan para perusahaan energi dari dalam maupun luar negeri namun juga para institusi yang mendukung gerakan perubahan energi yang kita impikan termasuk Universitas Bakrie. Ibu Nirwan Bakrie turut mendukung langsung dan menjadi bagian dari pembentukan kerangka kerja untuk penyediaan energi sosial ekonomi dan ekologis dapat diterima, yang akan menjamin penyediaan energi meningkat bagi penduduk pedesaan melalui pemanfaatan energi terbarukan dan pelaksanaan kegiatan konservasi energi melalui penandatanganan kerjasama antara Direktorat Jenderal EBTKE dan Yayasan Pendidikan Bakrie tentang Pelaksanaan Audit Desain Energi di Student Centre dari University Eco-friendly, Bogor Kampus. Pembangunan gedung student center Universitas Bakrie ini adalah sebuah gedung seluas 2.000 m2 dengan penggunaan energi negatif atau yang biasa disebut dengan gedung energi plus, berdasarkan bahan EE (Energy Efficiency), perlengkapan, manufaktur dan desain Denmark, serta pembiayaan dibawah pengawasan para investor dari Denmark. Proyek ini akan menjadi model solusi energi yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi contoh bagi sektor publik maupun swasta di Indonesia. Karena keseluruhan kampus di Bogor akan menjadi sebuah karya seni dengan fasilitas dan teknologi terbaru yang ramah lingkungan, arsitektur bangunan dan landscape didesain untuk menimalisir dampak negatif kepada lingkungan sekitar. Penggunaan koridor-koridor besar untuk memaksimalkan aliran udara alami dan mendorong cross ventilation, energi surya sebagai sumber listrik utama, dan penggunaan air daur ulang adalah beberapa sistem yang akan diimplementasikan untuk memastikan praktek-praktek hemat energi dan ramah lingkungan. Pembangunan Universitas Bakrie, di Bogor dinilai sesuai dengan tujuan EBTKE yaitu Menyediakan tempat untuk bersosialisasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat EBTKE, Promosikan produk dan teknologi pada sektor EBTKE, Membangun dan memperkuat jaringan dan kemitraan antara stakeholder, Meningkatkan kerjasama antara pemerintah, bisnis, investor, lembaga pendidikan dan lembaga lainnya untuk mencapai target EBTKE dan Merangsang munculnya pengusaha baru di sektor EBTKE dan jumlah peningkatan & kapasitas proyek EBTKE secara signifikan dalam waktu dekat. Semoga Indonesia menyadari pentingnya energi baru yang terbarukan!