Jumat, 16 Desember 2022, Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis (PIIB) Universitas Bakrie mengadakan webinar rutin, B Innovation dengan tema “Cara Memilih Bisnis yang Tepat” kegiatan yang dilakukan secara hybrid di ruang 9 Universitas Bakrie ini menghadirkan puluhan siswa SMA Dharma Suci secara offline. Acara dibuka oleh Bapak Dr.agr. Wahyudi David selaku Kepala Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis bersama Manajer Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Bapak Rustam Fauzi.

Trik memilih bisnis yang tepat bagi para entrepreneur muda disampaikan oleh Universitas Bakrie, Abdul Rahman - Founder PT Fumida Pestindo Jaya. Abdul Rahman yang sebelumnya telah mendapatkan bimbingan dari PIIB 7 tahun sebelum merintis Fumida ini telah lebih dulu membangun bisnis lainnya, diantaranya  Es Pisang Ijo di sekitar area Menteng Atas. Hal tersebut membuka pintu lain untuk mencoba peruntungan pada bidang lain, mulai dari  Live Streaming Event sampai Jasa Pembersih Kaca Gedung. “Saya banyak coba-coba untuk membangun bisnis, ada yang berhasil, ada juga yang gagal, tapi saya nggak mudah menyerah” kenangnya.

Baginya, modal memulai bisnis bukan sebatas berbentuk materi tapi bisa juga dengan relasi yang dimiliki. Tak sampai disitu, salah satu tantangan bagi para pebisnis ialah kecenderungan terlalu banyak berpikir akan strategi yang ingin dijalankan. “Tipsnya lakukan saja, jangan terlalu banyak business plan. Strategi bisa didapatkan ketika sudah dilakukan, tidak ada bisnis yang langsung besar, nikmati prosesnya” ia menegaskan.

Bisnis harus banyak inovasi baru agar mampu catch up dengan kebutuhan zaman, juga tidak kalah bersaing di era disrupsi. “Kebanyakan pebisnis pemula takut untuk beriklan. Apabila iklan efektif, maka kita akan mendapat keuntungan”. Ia memberi saran untuk mengikuti perkembangan digital marketing, seperti SEO, Google Ads, Youtube, Facebook Ads, Instagram Ads, Instagram Paid Promote, Google Business Manager, Grabfood, hingga Go Food. “hal ini perlu dilakukan perusahaan supaya mendapatkan trust dari customer serta potensi mendapatkan customer komersil”.