Sebagai langkah konkrit dalam mendukung pengembangan kewirausahaan sejak dini, Prodi Manajemen Universitas Bakrie dalam kerangka program Hibah Internal dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Prakarya dan Kewirausahaan DKI Jakarta mengadakan Pelatihan dan Workshop Project Based Design Thinking pada Jumat 28 Oktober 2022.

Design Thinking sendiri merupakan sebuah konsep penyelesaian masalah dengan pendekatan berbasis solusi dan empati dimana pandangan dari pengguna merupakan aspek terpenting. Konsep ini cocok untuk diterapkan dalam pengembangan kewirausahaan karena salah satu tujuan terpenting dari diciptakannya sebuah produk atau jasa adalah untuk menyelesaikan masalah.

Hadir dalam acara ini sebanyak lebih dari 30 perwakilan Guru MGMP Prakarya & Kewirausahaan DKI Jakarta yang diharapkan dapat mengimplementasikan design thinking ke dalam proses pembelajaran mereka. Hal ini senada dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Acara Aryo Febrian Moedanton, M.M. yang menyatakan bahwa penerapan design thinking merupakan usaha untuk dapat mempermudah Guru dan tenaga pengajar dalam memberikan pemahaman serta motivasi menjadi wirausaha yang baik. Senada dengan Aryo, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Bakrie M. Taufiq Amir, Ph.D dalam sambutan sekaligus secara resmi membuka acara mengemukakan hal selaras. “Prodi Manajemen Universitas Bakrie satu dari sedikit Program Studi yang secara sistematis melakukan implementasi Design Thinking dalam kurikulumnya. Bila sejak SMA diterapkan, para siswa bisa mengenal mindset yang perlu untuk wirausaha lebih dini”, ungkap Taufiq.

Acara Workshop Project Based Design Thinking dilakukan dalam 3 sesi besar, yaitu sesi empati, sesi definisi masalah, dan sesi ideas, dimana pada masing-masing sesi dilakukan secara experiential learning yang mengutamakan praktek langsung. Turut hadir pula Mahasiswa Universitas Bakrie yang berperan sebagai co-fasilitator dan narasumber primer bagi para Guru dalam melakukan proses inspirasi berbasis empati. 

“Kami menyambut baik pelaksanaan acara ini dan saya sendiri telah lebih dahulu menerapkan design thinking dalam pembelajaran di kelas” ujar Ketua MGMP Prakarya dan Kewirausahaan Rosmala Siregar. “Harapannya Kerjasama strategis dengan kebermanfaatan tinggi ini dapat terus dilanjutkan sehingga kedepannya pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan di Sekolah Menengah Atas dan sederajat” tutupnya.