Prodi Manajemen Universitas Bakrie menyelenggarakan Mini Workshop tentang Story & Transition, pada Selasa, 16 Agustus 2022 bertempat di Ruang Nusantara Kampus Bakrie Tower Lantai 40. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan para Dosen dalam menciptakan karya tulisan serta design thinking dengan referensi yang mengacu dari industri perfilman.

Sesi Workshop langsung dimulai dengan paparan materi oleh Syarika Bralini, Change Management Consultant, Head of Innovation, Education, and Human Capital di KADIN bidang Badan Pengembangan Ekosistem Perfilman dan Animasi (BAPEPAN). Beliau menyampaikan keprihatinannya terhadap industri perfilman Indonesia yang sampai saat ini bergerak stagnan dari tahun-tahun sebelumnya dari ceritanya. “Sebetulnya Indonesia punya potensi, ada banyak ide cerita yang menarik. Tinggal cara pengemasan yang baik dan benar sehingga menjadi karya yang utuh”.

Beliau memetakan film menjadi beberapa jenjang, ada 16 level di dunia perfilman, semakin tinggi maka semakin baik kualitasnya. “Saat ini Indonesia sedang melaju ketahap yang lebih tinggi. Negara yang bisa kita jadikan percontohan di industri perfilman salah satunya adalah Korea Selatan yang massive dalam produksi filmnya”.

Belajar dari Korea Selatan, Syarika menyebutkan bahwa Indonesia sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah, juga dari segi finansial. Namun kita masih tetap butuh support untuk pelatihan. Edukasi dalam hal kepenulisan naskah film sangatlah penting untuk dapat menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Ada 5 hal penting yang seorang penulis perlu kuasai, diantaranya: mindset change, story design, creative leadership, mentorship, project management, beliau menyebut kelima hal ini sebagai “the storywordly”.

Mini Workshop yang berlangsung selama dua jam ini diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi para Dosen, dan ditutup dengan tanya jawab.