Salah satu Civitas Universitas Bakrie yaitu; Bapak Rustam Fauzi, S.E, M.Ak. (Koordinator Pengembangan Inovasi, Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Bakrie) menjadi salah satu perwakilan dalam kegiatan pelantikan DPW Artipena Aceh dan DPW lainnya yang akan menjabat mulai dari tahun 2022 sampai tahun 2026 nanti.

Kegiatan yang dihadiri Bapak Rustam mengangkat tema Kampus Bersih Narkoba, dengan menyelenggarakan talkshow di dalamnya yang membahas tentang “Kemandirian Perguruan Tinggi dalam P4GN menuju Kampus Bersinar. Yang mana kegiatan ini juga sekaligus sebagai kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang secara rutin dilakukan setiap 2-4 tahun sekali oleh Artipenai, yang sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu Rakernas I di Kendari, Sulawesi Tenggara tepatnya di kampus Universitas Halu Oleo, yang pada saat ini dipimpin oleh Bapak Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si, MSc Rektor Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

Artipena sendiri adalah kepanjangan dari Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba yang didirikan sebagai bentuk keprihatinan perguruan tinggi terhadap banyaknya penyalahgunaan narkoba yang merenggut nyawa manusia setiap tahunnya. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di lingkungan kampus, sangat merugikan. Untuk itu diperlukan pengendalian dan pengawasan yang ketat.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bapak Rustam juga dihadiri oleh beberapa tamu penting dan ternama, seperti; Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Ketua Komisi X DPR RI yang diwakili Bapak Dede Yusup, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D. (DIRJEN DIKTI), serta Drs. Sufyan Syarif, M.H (Deputi Pencegahan BNN RI)

Bapak Rustam dalam diskusi tertutup menyampaikan bahwa, “penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini semakin memprihatinkan, dan korbannya didominasi oleh kaum muda, sehingga sudah selayaknya kaum muda saat ini harus memahami dampak buruk akibat narkoba. Kemudian karena pada umumnya kaum muda banyak yang sedang menuntut ilmu di kampus-kampus dan ini menjadi target yang menjadi korban, sudah seharusnya kampus pun berperan aktif dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dengan membentuk Satgas Anti Narkoba, seminar/talk show terkait bahaya narkotika, dan secara berkala melakukan uji sampling kepada para mahasiswanya.” ujarnya. Serta Bapak Rustam menyatakan juga “Jika ingin sukses, jauhi narkoba dan jangan pernah mencoba!” dalam penutupan diskusi tertutup tersebut.