Autisme atau Autisme Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan pada sistem saraf yang mengganggu kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Anak atau orang yang mengalami kondisi ini seringkali dikucilkan dan mendapat perlakuan yang berbeda dari masyarakat sekitarnya karena kendala mereka dalam bersosialisasi. Padahal sejatinya teman-teman autisme juga butuh dirangkul dan diberikan perhatian serta kasih sayang sebagaimana mestinya, meskipun dalam beberapa kasus teman autisme butuh penanganan yang lebih serius dan hati-hati bukan berarti mereka pantas mendapat perlakuan negatif seperti yang kerap kita dengar atau saksikan.

Melihat dari latar belakang dan kondisi yang terjadi di lapangan, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie membentuk suatu komunitas peduli autisme yang diberi nama Rangkul Project, project ini bertujuan untuk menyebarkan awareness pada masyarakat bahwa pentingnya kita untuk memahami kondisi teman autisme dan memberikan dukungan pada mereka dengan tidak melakukan perundungan atau kekerasan pada teman autisme. Selain itu, Rangkul project juga memberikan pemahaman dasar pada masyarakat mengenai issue ini lewat media sosial instagram @rangkul.project dengan harapan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Rangkul project juga telah melakukan aksi kampanye sosial di sekitar Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI City dengan tujuan menyebarkan awareness dan mengedukasi masyarakat secara langsung dengan memberikan selembar informasi yang mengedukasi masyarakat tentang autisme. Dari aksi sosial ini, ternyata masih banyak ditemukan masyarakat yang kurang peduli dengan keberadaan teman autisme dan belum memahami kondisi teman autis yang sebenarnya.

Dalam kampanye tersebut, tim Rangkul project menghimbau bahwa penggunaan kata autisme tidak selayaknya menjadi bahan senda gurau dan menyampaikan bahwa teman autisme perlu mendapat dukungan untuk bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Tim Rangkul project juga memberi tahu cara berkomunikasi yang baik dengan teman autisme dengan 5 cara, yaitu:

  1. Dengan menyebut namanya ketika ingin berkomunikasi
  2. To the point, atau langsung spesifik pada topik yang jelas
  3. Lakukan kontak mata secukupnya
  4. Hindari berkomunikasi dalam kondisi bising, banyak sentuhan, dan bau menyengat
  5. Selalu mengajak untuk berinteraksi dan sabar untuk menunggu jawaban

Dengan adanya project ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi teman autisme sehingga tumbuh rasa kasih sayang dan dukungan pada mereka dan tidak lagi menjadikan mereka sebagai objek perundungan dan ejekan negatif.