Prodi Ilmu Politik kembali mengadakan event rutin “Diplomatic Stage” yang mengusung tema “The Role of Leaders in Enhancement of Statehood: Azerbaijan and Indonesia”

pada Rabu, 25 Mei 2022. Kesempatan kali ini menghadirkan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia H.E. Mr. Jalal Sabir Mirzayev. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid daring dan luring di ruang 1.2 ini merupakan bagian dari perkuliahan Konflik dan Diplomasi bagi mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2020.

Agenda dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Bakrie, Bapak M. Tri Andika Kurniawan, S.Sos., M.A yang menyampaikan apresiasi kepada Bapak Duta Besar yang telah hadir untuk membagikan insight yang dapat menjadi role model bagi mahasiswa Universitas Bakrie dalam mempelajari dunia diplomasi serta meningkatkan cakrawala pengetahuan tentang negara Azerbaijan dan juga inisiatif Kedutaan Azerbaijan dalam memberikan kesempatan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Universitas Bakrie. “Pada kesempatan selanjutnya, Universitas Bakrie akan memperluas kolaborasi dengan Kedutaan Azerbaijan, baik dari bidang pendidikan, kebudayaan, hingga potensi bisnis” ungkap pak Andika.

Paparan pertama degan judul  The Leadership of National Leader of Azerbaijan, H.E. Mr. Heydar Aliyev disampaikan langsung Mr. Jalal Sabir Mirzayev. Beliau menjelaskan bagaimana Heydar Aliyev mengabdikan hidupnya demi kesejahteraan sosial. Kontribusi pemimpin nasional ini meninggalkan penghormatan dan kenangan yang besar di hati masyarakat Azerbaijan.

Presentasi dilanjutkan oleh Bapak Aditya Batara Gunawan, S.Sos., M.Litt selaku Kaprodi Ilmu Politik Universitas Bakrie mengenai semangat kepemimpinan dari Presiden Soekarno kepada bangsa Indonesia. “Ada dua legacy dari Bapak Soekarno yang menurut saya relevan dengan situasi global masa kini” ia melanjutkan “Pertama adalah membangun dunia di mana semua bangsanya hidup damai dan persaudaraan. Kedua, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pesan ini mencerminkan bahwa Presiden Soekarno percaya bahwa kemajuan bangsa berpegang pada pemuda dan dapat dilihat sebagai kesempatan bahwa generasi mendatang siap mengambil peran untuk dunia yang lebih baik.

Mr. Jalal pada penghujung acara berpesan kepada seluruh mahasiswa Universitas Bakrie untuk menjadi anak muda yang tangguh dan selalu berfikir out of the box menghadapi berbagai tantangan. “Pendidikan merupakan aspek penting bagi mahasiswa  untuk membentuk diri dan bekerja keras untuk masa depan” tutupnya.