Pendidikan tinggi tidak hanya sebatas di dalam kelas, tetapi juga melibatkan kegiatan dan pengalaman di luar kelas bahkan ke luar negeri. Inilah Salsabila Zahira Fayzariefta, Muhammad Rifo Gesdianlie dan Selvia Fajriana, mereka adalah Tiga Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bakrie yang sedang mengikuti Program Student Mobility ke Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.

Program Student Mobility ini merupakan salah satu program dari kerjasama antara UTHM dan Universitas Bakrie yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani pengalaman belajar di lingkungan akademis yang berbeda. Program ini berlangsung selama satu semester. Dengan mengikuti program ini mereka dapat berbagi perspektif dan pengalaman mereka dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan dan budaya, sehingga dapat menciptakan pengalaman, pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas tentang tantangan dan peluang di dunia akademis internasional.

Ketiga mahasiswa ini tidak hanya mengikuti perkuliahan saja tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai aspek kegiatan yang ada di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), seperti mereka terlibat dalam kegiatan sosialisasi yang menitikberatkan pada profesi engineer di sekolah dasar setempat, serta terlibat dalam proyek akhir dan aktivitas laboratorium.

 

Dalam kegiatan sosialisasi tentang profesi engineer ke sekolah dasar, mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka tentang dunia teknik sipil kepada anak-anak di tingkat sekolah dasar disana yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan pemahaman awal tentang pentingnya profesi engineer dalam pembangunan masyarakat khususnya teknik sipil.

Program Student Mobility ini juga tidak hanya memberikan pengalaman akademis tetapi juga membentuk keterampilan interpersonal, kepemimpinan dan pemahaman mendalam tentang kontribusi teknik sipil dalam konteks global.

Mengikuti program Program Student Mobility ke luar negeri tentunya mereka harus beradaptasi dengan penggunaan bahasa dan budaya setempat. Di Malaysia sendiri terdapat dua bahasa utama, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu, yang tentunya mereka perlu memahami kedua bahasa ini sebagai sarana berkomunikasi, baik dalam perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari. Proses ini tidak hanya dapat memperkaya keterampilan berbahasa mereka, tetapi juga membuka pemahaman mereka terhadap dinamika keanekaragaman bahasa dan budaya secara global.

Program Student Mobility ini dapat membawa dampak positif bagi perkembangan akademis dan juga pribadi mereka yakni menjadi individu yang lebih terbuka, adaptif dan berpengetahuan luas. Semoga program ini dapat terus berlanjut di masa depan dan mempererat hubungan antara Universitas Bakrie dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).