Jakarta, 6 Agustus 2021 -  Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Prof. Hoga Saragih selaku Kaprodi Informatika Universitas Bakrie yang memberi penjelasan singkat terkait Cyber Warfare sebagai penggunaan serangan digital untuk menyerang suatu ekosistem pemerintahan yang akan menyebabkan kerusakan-kerusakan dan mengganggu sistem komputer prioritas yang vital. Sedangkan pengertian dari Perang Siber menurut beliau ialah serangan dalam dunia maya yang mana menyebabkan kerusakan fisik pada objek atau orang di dunia yang nyata.

Cyberwarfare ini sendiri menggunakan konteks yang sangat luas untuk menunjukkan penggunaan teknologi antar negara dalam bagian jaringan komputer yang mana di dalamnya terdapat banyak sekali informasi-informasi yang bersifat rahasia dan dihindarkan dari jangkauan masyarakat luas, karena memiliki urgensi yang tinggi, yang mana alat-alat yang termasuk senjata siber ini terdiri dari; Stealthy Agents, Network Blocking Mines, Sleeper Agents, Camouflaged Implants, dan Remote Cyber Forensics.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ibu Connie Rahakundini Bakrie yang membahas terkait dengan “Network Centric - Cyber Warfare TNI dan Masalahnya”. Beliau memaparkan bahwa, pengertian dari Network Centric Warfare  adalah integrasi dan interkoneksi dari semua partisipan yang berbeda dalam konteks dan lingkup perang. Dalam dunia masa kini telah terjadi paradigma perang baru, yang mana terdiri dari koleksi dana dan transmisi, ekstraksi dari info yang bermanfaat, diseminasi, dan pembuatan keputusan menggunakan platform serta senjata yang canggih dan sesuai yang dapat menjadi umpan balik.

Parameter dari Network Centric Warfare adalah integrasi, otomatisasi, sinambung, otonomi, seketika, dan unit tunggal yang akan menghasilkan sebuah operasi Perang Siber yang menitikberatkan fokus terhadap pengumpulan data dari sub operasi yang sedang bekerja di lapangan. Dari sub operasi yang berada di lapangan tersebut, menurut Ibu Connie akan mempermudah kegiatan Perang Siber ini dengan menemukan tingginya tingkat kecocokan atau kesamaan yang ada di dalamnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Muhammad Ade selaku Chief of Financial Officer PT. Armory Reborn Indonesia, dimana beliau menjelaskan tentang Network Centric Radio Telecommunication 1.0 (NC-RT 1.0) yang merupakan bagian dari sistem komunikasi radio militer yang sudah terintegrasi, yang mana NC-RT 1.0 ini juga memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Network Centric Warfare karena memiliki sistem dan sub operasi kerja yang sama.