Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bakrie kembali beri dukungan kolaborasi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Teknik Lingkungan Universitas Bakrie untuk melakukan aksi nyata wujudkan tujuan SDG’s No 12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab atau responsible consumption and production. Dalam tujuan nomor 12 tersebut terdapat beberapa turunan tujuan, yaitu untuk mencapai pengelolaan berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam secara efisien serta mengurangi produksi limbah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali. 

Pada Selasa, 30 Januari 2024, Tim Hero for Zero dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie memberikan edukasi dan praktik mengurangi sampah pangan dengan menerapkan Zero Waste Recipe kepada kelompok PKK RT 009, RW 002, Kelurahan Pancoran, Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan. Peserta diberi pemahaman bahwa beberapa bagian buah dan sayur yang biasa kita anggap sampah, nyatanya masih mengandung banyak zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Jika diolah dengan tepat, maka bahan yang kita anggap sampah sebenanya bisa sangat bermanfaat.

Mengacu pada tulisan dalam buku “Hemat (Sampah) Pangkal Kaya yang ditulis Denia Isetianti dan Aldy Mardikanto, definisi zero waste menurut  Zero Waste International Alliance (ZWIA), adalah usaha konservasi seluruh sumber daya melalui cara produksi, konsumsi, pakai ulang, dan pemulihan seluruh produk, kemasan, material yang bertanggungjawab, tanpa membakar dan membuangnya ke tanah, air atau udara yang dapat mengancam kesehatan lingkungan serta manusia. “Menerapkan pola hidup Zero Waste memang tidak mudah, namun bisa dimulai dari hal yang sederhana, dari hal-hal disekitar kita”, mengutip pernyataan Nurul Asiah, dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan yang juga merupakan ketua pelaksana program.

Selain praktik memasak, peserta juga diajak Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Bakrie untuk mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme dan sampah plastik menjadi ecobrick yang bisa menjadi berbagai barang yang bermanfaat. Kegiatan dilaksanakan di sekretariat RW dan Taman Hatinya PKK dengan lebih dari 30 peserta. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pengelolaan sampah plastik menjadi tantangan besar, terutama di kota besar. “Setelah mengetahui bagaimana mengelola sampah plastic, diharapkan warga Masyarakat mampu menggunakan dan mengelola sampah plastic dengan lebih bijak”, jelas Sirin Fairus dosen Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie.